Hukum Tidak Sengaja Termakan Babi
Terdapat beberapa jenis makanan dan juga minuman yang diharamkan di dalam Islam dan sekiranya memakan atau meminum bahan tersebut merupakan dosa. Namun, saat membeli makanan atau minuman, seringkali kita tidak mengetahui apakah masakan yang dimasak tersebut terdapat unsur haram atau tidak seperti contohnya mengandung daging babi pada minyak mengoreng, piring, alat makan yang lain bahkan mengandung daging haram.

Allah SWT selalu memaafkan kesalahan yang dilakukan kerana tidak sengaja, jahil ataupun lupa sebab Allah SWT Maha Bijaksana dan disucikan dari kezaliman. Diantara sekian banyak kebijakan yang sudah diberikan Allah, salah satunya adalah tidak memberikan hukuman untuk kesalahan yang dilakukan kerana tidak sengaja ataupun tidak tahu.
Allah SWT berfirman, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Orang-orang beriman berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah”. [QS. Al Baqarah: 286].
Selain itu, doa dari orang yang beriman juga sudah dijawab oleh Allah SWT seperti yang ada dalam riwayat Imam Muslim dalam shalihnya, ”
“Allah menurunkan ayat ‘Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Orang-orang beriman berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah’, lalu Allah berfirman: ‘telah aku kabulkan‘” [HR. Muslim no. 126].
Selain itu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda, ““Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah kerana tidak sengaja, atau kerana lupa, atau kerana dipaksa” [HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah].
Dari penjelasan diatas dibuktikan jika melakukan perbuatan akibat makan makanan haram namun dilakukan kerana ketidaktahuan, tidak disengaja atau kerana lupa, maka tidak dihitung sebagai dosa di mata Allah SWT. Oleh kerana itu, maka seseorang yang melakukan perbuatan ini tidak dituntut untuk bertaubat sebab tuntutan bertaubat hanya untuk yang berhubungan dengan dosa saja.
Daging babi memang sudah sangat jelas merupakan makanan yang diharam dalam Islam dan Allah SWT juga sudah berfirman, “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah” [QS. Al Baqarah: 17].
Akan tetapi, jika daging babi dihadam kerana sesuatu sebab tertentu, maka diizinkan oleh syariat atau dimaafkan syariat dan tidak terdapat dosa untuk yang mengkonsumsinya. Ini dapat dilihat dalam lanjutan ayat berikut :
“Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [QS. Al Baqarah: 173].
Apabila dalam situasi yang darurat seperti sangat lapar dan tidak ada lagi makanan selain daging babi, maka pada keadaan tersebut syariat mengizinkan dengan syarat hanya untuk dimakan sebagai pencegahan kematian saja. Dalam ayat diatas, Allah SWT juga tidak menuntut seseorang yang memakan daging babi dalam keadaan darurat kerana ia dimaafkan dan diizinkan dalam syariat.
Hukum Terlanjur Makan Daging Babi
Hal yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah apa hukumnya jika seseorang sudah terlanjur memakan daging babi yang merupakan makanan haram menurut Islam?.
Dari pendapat Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata, “Tidak ada kewajiban apa-apa baginya, selama ia memakannya kerana tidak tahu sedikit pun. Yang perlu ia lakukan adalah berkumur-kumur dan mencuci mulutnya dari sisa-sisa najis (daging babi) dan mencuci tangannya”. Namun jika memakannya pada waktu yang sudah berlalu lama sekali dan ia ketika itu tidak berkumur-kumur, apa yang perlu dilakukan? Jawabnya: tidak perlu melakukan apa-apa”
Demikian ulasan singkat dari kami tentang hukum Islam tidak sengaja makan babi. Ulasan diatas sudah memberikan penjelasan tentang termakan daging babi kerana tidak sengaja atau tidak tahu maka tidak terdapat tuntutan untuk bertaubat. Hal penting yang bisa dijadikan pelajaran adalah supaya lebih berhati hati mengenai apa saja yang akan di makan/minum dan sebaiknya hanya membeli makanan halalnya sudah jelas. Semoga ulasan dari kami kali ini memberi manfaat dan menambah informasi.